Panduan Klinis Oral Mukositis
Tinjauan komprehensif mengenai oral mukositis pada pasien kemoterapi.
Pendahuluan
Kesehatan mulut memegang peranan penting dalam kesehatan secara menyeluruh. Kurangnya perhatian pada kesehatan mulut dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk karies gigi (kerusakan gigi), penyakit periodontal (gusi), kehilangan gigi, dan keganasan pada bibir serta rongga mulut. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2020) menunjukkan bahwa lebih dari 3,5 miliar orang di seluruh dunia menderita penyakit mulut. Salah satu faktor yang dapat mengganggu kesehatan mulut adalah pemberian kemoterapi pada pasien kanker. Kemoterapi, yang merupakan metode pengobatan kanker, sering kali menimbulkan masalah pada rongga mulut pasien. Hal ini disebabkan oleh efek agen kemoterapi yang tidak hanya menghancurkan sel kanker, tetapi juga dapat merusak jaringan di sekitar rongga mulut. Proses ini melibatkan efek destruktif langsung agen kemoterapi pada jaringan mulut serta efek tidak langsung melalui penekanan pada sumsum tulang (myelosupresi) dan sistem kekebalan tubuh (imunosupresi) (Prawira, 2013).
Kesehatan mulut yang terganggu memiliki dampak yang signifikan terhamenjalani kemoterapi, untuk mengurangi risiko terjadinya gangguan mulut. Studi menunjukkan bahwa lebih dari 60% pasien yang menjalani kemoterapi mengalami mukositis oral. Selain itu, komplikasi oral lain seperti kandidiasis, gangguan pengecapan, dan perdarahan juga sering terjadi, dengan angka kejadian di atas 25% (Prawira, 2013). Berdasarkan latar belakang tersebut, tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai tantangan oral mukositis pada pasien kemoterapi dan pentingnya pengembangan strategi penanganan yang optimal.